Monday, 10 February 2014

Tips Cara Menyelamatkan Keluarga dari Bencana Longsor

Cara Menyelamatkan Diri Ketika Terjadi Bencana Tanah Longsor





Beberapa kejadian tanah longsor adalah hasil dari tanah yang melonggar karena hujan lebat. Tapi tanah longsor tidak selalu tergantung pada curah hujan, mereka dapat terjadi setelah hujan ringan, atau bahkan ketika belum ada hujan sama sekali.

Serupa dengan gempa bumi, terjadinya tanah longsor tergantung pada penumpukan dan ketidakstabilan tanah di lereng dan sekali kekuatan gravitasi mengatasi kekuatan memegang tanah di tempat atau spot tanah longsor dimulai.

Tanah longsor terdiri dari lumpur, batu, dan puing-puing yang berasal dari tempat yang lebih tinggi dan jatuh ke tempat yang lebih rendah.

Tanah longsor sangat berbahaya karena apa yang mereka bawa dengan mereka adalah berat dan keras. Terdapat air, tanah, pohon tumbang mungkin, sampah, bagian rumah, mobil atau apa pun di jalan bisa menjadi bagian dari tanah longsor.



Tanah longsor di pegunungan hanya dapat berisi tanah, air, bebatuan dan beberapa pohon. Tapi tanah longsor yang terjadi di sebuah kota juga dapat mencakup, mobil, potongan rumah, pohon, semak-semak, bahkan limbah mentah, sayangnya. Terlepas dari komposisi, tanah longsor memiliki kekuatan yang dasyat dan untuk membuat rumah turun yang mereka hadapi sepanjang jalan dan untuk membawa pergi kendaraan (ingat bahwa ketika Anda mencoba untuk keluar dari jalan).

Berikut adalah beberapa tips untuk tetap aman sebelum dan selama tanah longsor

Setiap orang harus menyadari informasi berikut, tetapi orang yang rumah dibangun di lereng atau di bawah bukit berada di bawah ancaman longsor. Jika rumah Anda begitu terletak, pastikan bahwa Anda memiliki rumah Anda secara profesional diperiksa setiap 6 bulan untuk melihat bahwa struktur yang memegang dan juga bahwa medan di atas tidak menunjukkan tanda-tanda longsor yang akan datang.

Indikasi di rumah Anda bahwa bumi bergeser dan tanah longsor mungkin imanen akan ada retakan baru di fondasi rumah Anda. Retak tersebut adalah bukti bahwa tanah yang rumah Anda dibangun di atas sedang berubah, tidak tinggal di tempat.

Apakah itu rumah Anda sendiri atau tempat Anda sedang berlibur, jika Anda melihat bahwa tanah di sekitar rumah Anda terasa lebih lembut dari biasanya, itu adalah tanda peringatan. Jika kelembutan bukan dari hujan, maka mungkin bahwa tanah telah bergeser dan tanah longsor adalah imanen.

Retakan di dasar rumah Anda dan kelembutan tanah yang menghujani anda kebawah dapat hadir sebagai tanda-tanda peringatan, namun tanah longsor juga bisa terjadi tanpa peringatan apapun.
Selama tanah longsor berlangsung yang sebenarnya, hal pertama yang Anda ingin untuk berpikir tentang adalah bagaimana untuk keluar dari jalur aliran puing-puing. Jika rumah Anda adalah di jalan yang longsor besar mungkin akan menghancurkan rumah, tetapi jika Anda dan keluarga melarikan diri dan bertahan hidup, itulah yang benar-benar penting. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau menghentikan dan melaju longsor, dan rumah Anda mungkin tidak melindungi Anda, maka hal penting untuk dilakukan adalah untuk melarikan diri.

Jika Anda tidak sadar dan tidak ada waktu untuk pergi, melakukan hal terbaik berikutnya yaitu untuk mencari perlindungan di rumah Anda di bawah meja atau meja yang kokoh.

Jika Anda punya waktu untuk membuat menjalankan untuk itu, jangan pergi menuruni bukit. Tanah longsor itu akan menambah kecepatan karena terjatuh turun gunung (atau kemiringan). Jadi jika memungkinkan, pergi ke atas bukit di mana longsor akan kurang intens. Tapi jangan mengemudi langsung menuju tanah longsor. Dengan kata lain tidak mengemudi dalam arah yang sama seperti tanah longsor.

Dalam situasi longsor, berpikir cepat tentang apakah Anda bisa keluar atau apakah Anda perlu untuk berlindung di tempat. Tapi mungkin saran terbaik adalah untuk menjaga kepala Anda sehingga Anda dapat menentukan pilihan mana yang harus diambil. Jaga kepala dan jangan panik.

Saturday, 8 February 2014

Tanyangan slide PENGUNGSI gunung SINAMBUNG yang memperihatinkan

Cobalah perhatikan betapa menderitanya para pengungsing yang telah berbulan bulan mengalami penderitaan.
anak anak orang dewasa bahkan orang jompo pun ikut merasakannya, Kapankah penderitaa ini akan berakhir?
atau setidaknya kita bisa membantu meringankan beban penderitaan yang mereka alami.




Friday, 7 February 2014

SATU REKENING UNTUK BENCANA ALAM 0081887372







BANTUAN 100 TON BERAS UNTUK PARA PENGUNGSI SINAMBUNG
Perum Bulog Sumatera Utara awal tahun ini menyalurkan 100 ton beras untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo dan siap menambah sesuai kebutuhan.

"Penyerahan beras untuk pengungsi Sinabung pada Januari ini berdasarkan permintaan Pemkab Karo dan Pemprov Sumut," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumut, Fasika Khaerul Zaman, di Medan, Sabtu (25/1)

Didampingi Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn, Kepala Bulog itu menyebutkan penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) itu masing-masing 50 ton dari permintaan Pemkab Karo dan 50 ton lainnya dari Pemprov Sumut.

"Alokasi CBP itu bisa terus ditambah kalau memang dibutuhkan khususnya ada permintaan dari pemerintah setempat," katanya. Pada 2013, sejak bencana Sinabung terjadi September, Bulog menyalurkan 33,2 ton, masing-masing 28,2 ton permintaan Pemkab Karo dan 5 ton dari Pemprov Sumut.

Penyaluran ke pengungsi Sinabung dipastikan akan tetap berjalan lancar karena stok beras di Sumut cukup aman atau bisa hingga semester I 2014. Dewasa ini, kata Rudy, stok beras yang ada tersisa sekitar 70 ribu ton.

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo dan Pusat karena ada beberapa kebijakan yang sudah ditetapkan Presiden atas penanganan bencana Sinabung, mulai dari harus memenuhi kebutuhan pengungsi hingga program jangka menengah untuk merelokasi pengungsi dan bantuan beasiswa kepada anak sekolah. Melalui koordinasi, kata gubernur, upaya penanganan pengungsi diyakini bisa semakin maksimal.

Saatnya sekarang untuk berimfak untuk meringangkan beban yang ditanggung para pengungsi bencana alam meletusnya
gunung SINAMBUNG.
ACAUNT REKENING BCA Menerima DANA yang akan disalurkan untuk para korban BENCANA ALAM.




Saturday, 1 February 2014

Minimnya bantuan untuk banjir pekalongan

Para korban banjir yang mengungsi mengeluhkan minimnya pasokan bantuan korban banjir.

"Bantuan sekarang sudah gak kayak banjir waktu pertama kali dulu, banjir pertama dulu bantuan ngalir terus, makan, minum, dan obat, semua perlengkapan kebutuhan ngalir terus," kata Sri Wahyuni (48) warga Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan.

Wanita yang mengungsi di Masjid Al-Karomah itu menyadari bahwa mungkin berkurangnya pasokan bantuan dikarenakan juga mulai menurunnya jumlah donatur yang memberikan sumbangan. "Mungkin sumbangan donatur saat ini tak seperti banjir pertama kali," katanya.

"Gak apa, yang penting bisa numpang tidur, gak kehujanan, masalah makan seadanya aja gakpapa," tambahnya.

Perlu diketahui bersama, wilayah Pekalongan untuk ketiga kalinya kembali dirterjang banjir.

Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 30-50 centimeter. Selain merendam ruas jalan protokol, banjir juga ikut menggenangi beberapa rumah warga. (*)



Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban BENCANA bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:

BANK BCA NOMER REK> 0081887372
Atas nama Bpk KUSNANDAR

kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..

Dahsyatnya letusan Gunung Sinabung telan 14 korban

-Rizal Sahputra, satu dari 14 korban tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung yang kembali erupsi, Sabtu 1 Februari 2014, akan dimakamkan hari ini sebelum Sholat Dzuhur.

Rizal yang di kalangan wartawan Medan dikenal dengan panggilan akrab Jack Gendrong pernah menjadi reporter TV One dan pindah ke media cetak di Medan." Insya Allah sebelum Sholat Dzuhur besok antara pukul 10.00 - 11.00 adik kami akan diberangkatkan," kata kakak kandung Rizal kepada wartawan di rumah duka Jalan Karya Bakti, kawasan Jalan Darussalam Medan, Sabtu 1 Februari 2014.

Kontributor TV One di Medan Yoga Syahputra mengatakan selama di TVOne, Rizal merupakan wartawan militan. "Kami kehilangan Jack," kata Yoga kepada Tempo.

Ratusan wartawan datang memberi penghormatan untuk Rizal. Di antara pelayat terlihat Pelaksana tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin bersama sejumlah kepala dinas.

Hingga Sabtu malam 1 Februari 2014, jumlah korban tewas terkena awan panas erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara bertambah menjadi 14 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan, semua korban tewas ditemukan di Desa Sukameriah yang berjarak 3 kilo meter dari puncak kawah Gunung Sinabung.

Korban tewas tersapu oleh awan panas yang terjadi pada pukul 10.30 WIB saat terjadi erupsi Gunung Sinabung dengan tinggi kolom erupsi 2 kilo meter dan jangkauan awan panas ke arah tenggara-selatan sejauh 4,5 kilo meter.


Friday, 31 January 2014

AKSI BRI PEDULI BENCANA ALAM

Aksi BRI Peduli di Sinabung



Selain memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir di Manado, Jakarta, serta beberapa kota di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura). BRI juga tidak luput dalam memberikan perhatian untuk korban bencana alam lainnya, seperti korban bencana Gunung meletus di Sinabung, Karo, Sumatera Utara.



Bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp. 700 juta yang diberikan BRI untuk meringankan korban bencana alam di Sinabung, berupa kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, tikar, tenda, seragam sekolah dan kebutuhan bayi. Sebagian bantuan disalurkan melalui posko utama di Kota Kabanjahe di bawah koordinasi Dansatgas/ Ketua tanggap darurat Dandim 0205 TK Letkol Kav Prince Meyer Futong. Sebagian lagi disalurkan langsung ke titik – titik pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Kabanjahe dan sekitarnya.



Lebih lanjut Ali mengatakan, Bantuan kemanusiaan seperti ini bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh BRI. Karena setiap bencana melanda, melalui program BRI Peduli,BRI selalu memberikan bantuan terhadap korban bencana di Seluruh Indonesia. Dana Tanggap Darurat yang disiapkan oleh BRI senilai Rp 11,25 Miliar, yang disiapkan melalui Unit Kerja Bank BRI di seluruh Indonesia, dengan tujuan apabila di daerah tsb terjadi musibah bencana alam, Unit Kerja Bank BRI terdekat dapat segera memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan.



”Diharapkan bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi korban. Serta mampu meringankan beban mereka. BRI melalui program BRI Peduli akan terus berkomitmen untuk menjalankan program-program kepedulian sosial”, pungkas Ali.

Bencana alam adalah suatu kejadian alam yang tak bisa diprediksi yang menimbulkan kerusakan, kerugian, penderitaan, bahkan kematian bagi manusia dan lingkungannya, yang disebabkan oleh aktivitas alam. Dampak dari bencana sangat bergantung pada sumber atau jenis bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya, yang bisa menghancurkan sebagian peradaban manusia.



Seperti yang terjadi di awal tahun 2014 ini,dimana anomali cuaca menyebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi di seluruh wilayah di Indonesia. Intensitas hujan yang sangat tinggi tersebut menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Antara lain di beberapa kota di wilayah Indonesia Timur yang dilanda Banjir bandang. Di Indonesia TImur, Banjir bandang ini menimpa 4 wilayah di Sulawesi Utara, yaitu Manado, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara, dengan wilayah terparah terkena dampak banjir bandang di Manado. Banjir bandang tersebut menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, ribuan rumah rusak dan hanyut, serta hancurnya sejumlah fasilitas umum.



Bersamaan dengan banjir bandang di wilayah Indonesia Timur, Banjir juga melanda Jakarta, serta beberapa kota di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura), seperti Pamanukan, Kudus, Jepara, Pati, dan sekitarnya. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa ini disebabkan hujan yang mengguyur wilayah tersebut secara terus menerus selama beberapa hari. Bencana tersebut mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, baik kerugian jiwa maupun secara material.



Melihat kondisi tersebut, BRI melalui Program BRI Peduli secara aktif memberikan bantuan kemanusiaan, “BRI sigap memberikan bantuan,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali. Di Manado, untuk meringankan beban warga yang menjadi korban bencana banjir, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengirimkan bantuan kemanusiaan lebih dari Rp. 700 juta berupa sarana prasarana kebutuhan untuk tanggap banjir Manado, seperti tenda pengungsi, perahu karet, rompi pelampung, alat penyedot lumpur, selimut, sarung beserta posko pengungsi bekerja sama dengan TNI AL yang melayani makan minum gratis untuk pengungsi.



Sementara itu, untuk membantu korban banjir yang berada di Jakarta, BRI menurunkan bantuan 7.000 paket makanan siap saji, 600 sarung, dan 30.000 paket sembako di 20 titik pengungsian. “BRI juga mengirimkan perahu karet ke Muara Karang (Jakarta Utara), Teluk Gong, serta Daan Mogot untuk evakuasi pengungsi,” papar Ali. Selain itu, BRI Peduli menyiagakan Posko layanan kesehatan di Kampung Pulo, Bukit Duri, Kampung Melayu kecil, Pesanggrahan dan Bidara cina yang telah melayani lebih dari 5.000 pasien, bantuan relawan pembersih MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di lokasi pengungsian, dengan total bantuan senilai hampir Rp 2 Miliar.

BANTUAN DAPAT JUGA DISALURKAN MELALUI ACCOUNT BCA





Sedangkan untuk membantu korban banjir yang berada di kota – kota di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura), seperti Pamanukan, Kudus, Jepara, Pati, dan sekitarnya, BRI melalui Unit kerjanya di wilayah terdampak tersebut, memberikan bantuan kemanusiaan berupa barang – barang kebutuhan pokok sehari – hari, seperti Sembako, Selimut, tikar, dan sebagainya.

KORBAN BANJIR BANDANG MENADO DAPAT 100JT

Pemerintah Kota Manado sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan banjir bandang. Namun jumlahnya terbilang sangat kecil, baru sekitar Rp 100 juta saja.

"Baru Rp 100 juta yang kami terima, dan sudah digunakan serta ada pertanggungjawabannya," ujar Wali Kota Manado, Vecky Lumentut saat dikonfirmasi, Sabtu (1/2/2014).

Meski jauh dari yang dibutuhkan, Vecky memilih enggan untuk mempersoalkannya. Dari APBD, ia mengaku sudah mengucurkan dana hampir mencapai Rp 2 miliar. Belum lagi dana urunan dari masyarakat yang jumlahnya mencapai Rp 885 juta dan bakal digunakan setelah masa tanggap darurat selesai.

"Informasinya sudah ada yang dijanjikan dari BNPB ke Provinsi sebesar Rp 10 miliar. Mungkin (Rp 100 juta) ini baru awal saja, terhambat masalah administrasi," harapnya.

Status tanggap darurat di Manado sendiri kembali diperpanjang hingga 12 Februari mendatang. Tercatat ada 840 rumah yang hanyut. Sedangkan total keseluruhan rumah yang rusak mencapai 10.856 unit.

"Bantuan sangat kami harapkan, agar jangan sampai warga ini menjadi stres," tegasnya.


BANTUAN DAPAT DI SALURKAN MELALUI ACOUNT REKENING BCA..