Saturday, 18 January 2014

Peduli Korban Banjir Bekasi

Bukan hanya Jakarta yang diguyur banjir, tapi juga Bekasi, Jawa Barat, yang dikepung banjir di berbagai titik. Ketinggian banjir bervariasi dari mulai 30 Cm sampai nyaris 1,5 meter.


Informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya, Sabtu (18/1/2014) banjir mulai menggenang sejak dini hari tadi. Hingga pagi ini, ketinggian air masih bervariasi di berbagai titik.

Berikut titik-titik banjir di sejumlah wilayah Bekasi:

1. Perumahan Taman Cikunir Indah Bekasi Selatan, 50 cm
2. Perumahan Puri Harapan Tarumajaya, Bekasi Utara, 30 cm
3. Perum Bumi Bekasi Baru Utara Rawalumbu Bekasi, 40 cm
4. Harapan Indah Bekasi Barat Jl Nusa Indah, 50 cm
5. Perumahan Bekasi Timur Permai, 40 cm
6. Jl RA kartini dan Villa Taman Kartini, Bekasi Timur, 60 cm
7. Kompleks Chandra, Pondok Melati, 20 cm
8. Jl Raya Jatibening, Pondok Gede, 1 m
9. Kompleks dosen IKIP Jatibening 1,5 m
10. Perumahan Irigasi Danita Bekasi Timur 50 cm

Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban BANJIR BEKASI bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:

BANK BCA NOMER REK> 0081887372
Atas nama Bpk KUSNANDAR

kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..


Tuesday, 14 January 2014

Rumah Tenggelam

Sementara itu, belasan rumah di Jalan KH Abdul Syafei, Kampung Melayu, Jakarta Timur, terendam hingga atap. Pantauan Kompas.com, terdapat belasan rumah semipermanen yang tinggal di gorong-gorong sungai tersebut. Semua rumah yang terbuat dari kayu dan seng tersebut ludes ditelan banjir.

Penghuni rumah itu telah siaga mengantisipasi banjir. Saat hujan deras mengguyur Jakarta sejak Minggu (12/1/2014) pagi, warga langsung memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal mereka.

"Ini orang-orangnya sudah pergi kemarin, pas hujan seharian itu, siangnya langsung pada ninggalin rumah," kata Yanto, salah satu warga yang tinggal di sekitar tempat tersebut.

Dia mengatakan, warga yang tinggal di gorong-gorong itu sudah terbiasa menghadapi situasi banjir seperti ini. Lokasi tempat tinggalnya yang berada di gorong-gorong sungai membuat mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi banjir.

"Kemarin jadi langsung bawa-bawa barang berharga juga. Enggak tahu perginya ke mana," katanya.

Yanto mengatakan, daerah tersebut pernah dilanda banjir lebih parah pada 2002. Saat itu, banjir benar-benar menenggelamkan rumah-rumah di area tersebut hingga bangunannya sama sekali tak terlihat. Yanto menduga, ketika banjir sudah surut, para penguni akan kembali ke rumah ini. Mereka akan membersih-bersihkan sisa banjir dan kembali beraktivitas seperti biasa.



Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban BANJIR bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:
BANK BCA NOMER REK> 0081887372
kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..

Friday, 10 January 2014

Cold storm U.S., 13 dead

Winter storm hit parts of the southwestern United States is characterized as a heavy snowfall . At least 13 people in five U.S. states , killed by the storm .

It is estimated , the snowstorm will continue through the next few days . In fact, approximately 43 million people are expected to begin traveling either by road or by air as it enters the U.S. Thanksgiving holiday celebration .

The images were obtained from the areas hit by snow storm indicates a thick layer of snow , both on the sidewalk up in the foliage . Similarly, as reported by AFP , yesterday .

The snow storm also triggered flooding and dangerous conditions in five areas , namely Oklahoma , Texas , California , New Mexico and Arizona . Four people were reported killed in separate incidents in the Oklahoma area due to the snow storm .

Four other people were killed in two separate incidents in Texas . A 4-year -old son was killed in a car accident due to a snow storm in New Mexico .

In California , one person died of electrical shock, then another was killed when his car was the fall of a fallen tree , and a third person was killed in a traffic accident as a result of this storm .

In Arizona , one person died as a result of the Santa Cruz river swept away the torrential storm that triggered this . The bodies of victims killed in Arizona was found on Friday ( 22/11 ) ago .

Weather forecast says that this storm triggered by the fall of heavy snowfall in the region Appalchian Mountains and New England . In the southern region of the U.S. , the storm triggered torrential rains that disrupt the activities of people and land and air transportation activities .

Pasca Meletusnya Gunung Sinambung Terkini

sejumlah desa di Kecamatan Simpang Karo Sumatera Utara terisolir akibat semburan debu vulkanik Gunung Sinabung. Guyuran hujan membuat debu tebal berubah menjadi lumpur.

Akses jalan menuju desa-desa itu pun sulit ditembus kendaraan. Bahkan ratusan rumah warga rusak. Jumlah pengungsi saat ini telah mencapai 22.303 jiwa yang tersebar di 33 titik.

Meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung juga membuat warga Desa Berastepu dan Tanjung menjual hewan ternak mereka dengan harga murah. Warga terpaksa melakukannya karena semakin sulit mendapatkan makanan untuk ternak. Selain itu, mereka juga tidak mungkin membawa ternaknya ke pengungsian.

Erupsi Sinabung juga berdampak pada harga sayur-mayur di Banda Aceh. Selama ini, sayur-mayur terutama tomat dan cabai dipasok dari para petani di Karo, Sumatera Utara.

Masyarakat khawatir, harga itu akan terus meroket karena aktivitas Sinabung hingga kini belum juga bersahabat.



Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban GUNUNG SINAMBUNG bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:

ATAU cukup mengklik iklan yang ada disamping bantuan dan kerelaaan anda sangat kami butuhkan pada saat ini

BANK BCA NOMER REK> 0081887372
kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..

Thursday, 2 January 2014

Nasib Pengungsi Bencana Gunung Sinambung Perlu Perhatian Khusus

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumuatera Utara (PWASU) meminta perhatian semua pihak, untuk mulai memikirkan penanganan pengungsi pascatanggap bencana yang akan berakhir 4 Januari 2014 mendatang. Karena masalah ini tak kalah pentingnya dengan pengelolaan pengungsian itu.



Hal itu disampaikan Ketua PW Aisyiyah Sumut Hj. Elynita usai menyerahkan bantuan Rp 5 juta kepada pengungsi erupsi gunung Sinabung melalui Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karo Dra Eliwati, di Masjid Al-Mukhlisin, Simpang IV, Kabanjahe, Minggu (29/12).



Penyerahan disaksikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karo, Drs. Erwin Tanjung, Pengurus Harian PW Aisyiyah, Asmawita AM, LcS, MA, Dra Marten Yerni dan Yuniar R. Yoga dan Penasehat PW Aisyiyah Dra. Rosdiah Lubis.



Dijelaskan, Muhammadiyah dan Aisyiyah baik wilayah dan daerah di Sumut hingga pusat telah memberikan banyak bantuan guna membantu penanganan pengungsi di Karo. Bantuan diserahkan secara bergantian berbagai unsur pimpinan termasuk di antaranya dari Laziswa Muhammadiyah Sumatera Utara.



Hj. Elynita menegaskan, pascapengelolaan pengungsian maka warga yang sudah lebih dari dua bulan meninggalkan rumah dan lahan pertaniannya, tentu menghadapi masalah pisikis yang cukup serius, seperti tidak adanya modal serta rumah serta lahan pertanian yang rusak.



“Bila masalah ini tidak dipikirkan sejak kini, maka masalah warga yang berdiam di radius 5 Km dari kaki gunung Sinabung dan kini masih di pengungsian tentu menjadikan masalah baru,” katanya.



Ditegaskan Elynita, pihaknya menyambut baik gagasan Pimpinan Muhammadiyah dan Pimpinan Aisyiyah Karo untuk memikirkan pengelolaan pengungsi pascatanggap bencana berakhir.



Ide menyediakan bekal hidup dan ketersediaan bibit serta pupuk pertanian gagasan sangat menarik.



Untuk itu kepada semua donator, khususnya dari warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, disarankan tidak lagi memberikan makanan tapi dalam bentuk uang kontan agar dapat dijadikan modal hidup warga dalam mengelola pertanian mereka.




“Pengungsi 90 persen petani. Maka masalah bibit, pupuk dan lahan adalah hal utama,”tegas Elynita.



Hal yang sama disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Karo Drs. Erwin Tanjung dan Ketua PD Aisyiyah Karo Dra. Eliwati. Dari dana yang diterima pihaknya melalui posko Islamic Center dan Posko Muhammadiyah dapat dijadikan bibit dan pupuk untuk petani.

kami juga menerima bantuan atau sumbangan yang akan kami langsung salurkan ke posko penanganan tanggap darurat bencana gunung sinambung..

Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban GUNUNG SINAMBUNG bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:

ATAU cukup mengklik iklan yang ada disamping bantuan dan kerelaaan anda sangat kami butuhkan pada saat ini

BANK BCA NOMER REK> 0081887372
kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..

Tuesday, 31 December 2013

DAHSYATNYA LETUSAN GUNUNG SINAMBUMG

Status Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), belum juga turun dari level "Awas".

Kondisi ini membuat masyarakat yang mengungsi di 31 titik pengungsian di sana, belum bisa kembali ke desanya masing - masing.

Bahkan, pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung yang mencapai 19.126 jiwa, meliputi 5.979 kepala keluarga tersebut, lebih dominan dari kalangan umat Kristiani. Mereka tidak dapat menikmati perayaan Natal, 25 Desember 2013 kemarin.

"Kami tidak lagi memikirkan keindahan perayaan Natal dan Tahun Baru, 1 Januari 2014 mendatang. Tidak ada lagi istilah membeli pakaian baru buat anak - anak," ujar seorang wanita pengungsi, Elisa Tarigan (40).

Ibu dari empat orang anak ini merupakan warga asal Desa Tigan Ndreket yang sudah sebulan lebih berada di tengah pengungsian.

Ia merupakan salah seorang dari belasan ribu pengungsi yang mengalami stres selama berada di pengungsian.

"Bantuan pangan dari pemerintah dan pihak swasta disalurkan dengan baik. Pengungsi banyak yang stres karena belum dapat kembali ke rumah. Bagaimanapun, tinggal di rumah lebih tenang dan nyaman daripada di tempat pengungsian," jelasnya.

Pengungsia lainnya, Elisabeth beru Ginting menyampaikan, pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, tidak mampu lagi untuk dapat memeriahkan perayaan Natal. Sebab, tidak ada lagi pendapatan dari keluarga mereka selama berada di pengungsian.

"Pendapatan kami dari bertani. Mayoritas penduduk di daerah ini pun hidup dari bertani. Saat ini, lahan pertanian sudah hancur akibat abu vulkanik Gunung Sinabung. Masyarakat rugi besar akibat letusan gunung merapi tersebut," katanya.

Ketua Media Center Penanganan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Taringan menyampaikan, pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Koordinasi ini untuk memantau setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung itu. Masyarakat belum bisa kembali ke desanya masing - masing karena aktivitas gunung itu masih tinggi. Pemerintah pun masih membantu pengungsi," imbuhnya.

Menurutnya, stok pangan dan minumban buat masyarakat yang mengungsi pun masih terpenuhi. Pemerintah juga masih mengerahkan tim medis di setiap lokasi pengungsian masyarakat. Ini dilakukan pemerintah untuk membantu pengungsi jika terserang penyakit.

Jhonson Tarigan juga belum dapat memastikan pengungsi itu dapat kembali ke rumahnya masing - masing. Pengungsi diperbolehkan pulang jika kondisi Gunung Sinabung benar - benar aman dari erupsi. Ini dilakukan pemerintah demi keselamatan.



Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban GUNUNG SINAMBUNG bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:

ATAU cukup mengklik iklan yang ada disamping bantuan dan kerelaaan anada sangat kami butuhkan pada saat ini

BANK BCA NOMER REK> 0081887372
kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..

KORBAN LETUSAN GUNUNG SINAMBUNG MERAYAKAN TAHUN BARU DIPENGUNGSIAN

Pergantian akhir tahun, 31 Desember 2013 dan penyambutan 1 Januari 2014 dini hari nanti, dirasakan sangat dramatis oleh belasan ribu pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).

"Kami belum diperkenankan pulang ke rumah masing- masing. Larangan ini karena aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Senin kemarin, gunung itu erupsi sebanyak tiga kali," ujar seorang pengungsi asal Desa Tigan Dreket, Maria Bangun (50).

Maria mengatakan, perayaan Natal 25 Desember dan penyambutan 1 Januari 2014 di Kabupaten Tanah Karo, dini hari nanti, berbeda dengan daerah lainnya. Di lokasi bencana itu, masyarakat tidak merayakan pesta kembang api penyambutan awal tahun 2014.

"Semalam gunung merapi itu erupsi sebanyak tiga kali. Ini merupakan akhir tahun yang menyakitkan dan sangat menakutkan. Sebab, erupsi gunung ini bisa berkepanjangan. Kami mengungsi dari sejak bulan November kemarin," katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

"Aktivitas masih tinggi, sehingga masyarakat yang tinggal dengan radius 5 kilometer dari Gunung Sinabung, diminta supaya jangan pulang dulu. Ini bisa membahayakan jika warga memaksakan diri kembali ke desanya," jelasnya.

Status Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), belum juga turun dari level "Awas". Kondisi ini membuat masyarakat yang mengungsi di 31 titik pengungsian di sana, belum bisa kembali ke desanya masing-masing.

Bahkan, pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung yang mencapai 19.126 jiwa, meliputi 5.979 kepala keluarga tersebut, lebih dominan dari kalangan umat Kristiani. Mereka tidak dapat menikmati perayaan Natal, 25 Desember 2013 kemarin.

"Kami tidak lagi memikirkan keindahan perayaan Natal dan Tahun Baru, 1 Januari 2014 mendatang. Tidak ada lagi istilah membeli pakaian baru buat anak-anak," ujar seorang wanita pengungsi, Elisa Tarigan (40).

Ibu dari empat orang anak ini merupakan warga asal Desa Tigan Ndreket yang sudah sebulan lebih berada di tengah pengungsian. Ia merupakan salah seorang dari belasan ribu pengungsi yang mengalami stres selama berada di pengungsian.

"Bantuan pangan dari pemerintah dan pihak swasta disalurkan dengan baik. Pengungsi banyak yang stres karena belum dapat kembali ke rumah. Bagaimanapun, tinggal di rumah lebih tenang dan nyaman daripada di tempat pengungsian," jelasnya.

Pengungsi lainnya, Elisabeth boru Ginting menyampaikan, pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, tidak mampu lagi untuk dapat memeriahkan perayaan Natal. Sebab, tidak ada lagi pendapatan dari keluarga mereka selama berada di pengungsian.

"Pendapatan kami dari bertani. Mayoritas penduduk di daerah ini pun hidup dari bertani. Saat ini, lahan pertanian sudah hancur akibat abu vulkanik Gunung Sinabung. Masyarakat rugi besar akibat letusan gunung merapi tersebut," katanya.

Ketua Media Center Penanganan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Taringan menyampaikan, pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Koordinasi ini untuk memantau setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung itu. Masyarakat belum bisa kembali ke desanya masing - masing karena aktivitas gunung itu masih tinggi. Pemerintah pun masih membantu pengungsi," imbuhnya.

Menurutnya, stok pangan dan minuman buat masyarakat yang mengungsi pun masih terpenuhi. Pemerintah juga masih mengerahkan tim medis di setiap lokasi pengungsian masyarakat. Ini dilakukan pemerintah untuk membantu pengungsi jika terserang penyakit.




Jhonson Tarigan juga belum dapat memastikan pengungsi itu dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Pengungsi diperbolehkan pulang jika kondisi Gunung Sinabung benar-benar aman dari erupsi. Ini dilakukan pemerintah demi keselamatan.

Saat ini, masyarakat berada di lokasi pengungsian di Los Tiga Binanga, GBKP Payung dan Masjid Agung Kabanjahe, Asrama Kodim Kabanjahe, Jambur Natolu, Islamic Center, Los Tanjung Mbelang, Los Tanjung Pulo dan lainnya.

Para pengungsi tersebut berasal dari Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi Lama, Desa Kuta Rakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung, Desa Berastepu, Desa Sibintun, Desa Gamber dan Desa Kuta Tengah, Desa Kuta Mbelin.

Selain itu, tidak sedikit pengungsi dari Desa Kebayaken, Desa Kuta Tonggal dan Desa Sukanalu di Kecamatan Simpang Empat. Lokasi desa itu berada sekitar 5 kilometer (Km) dari Gunung Sinabung. Jumlah pengungsi itu akan bertambah jika aktivitas gunung semakin tinggi.

Bagi para DONATUR yang ingin meringankan beban para korban GUNUNG SINAMBUNG bisa dengan cara mentrasferkan dananya ke nomer kami:
BANK BCA NOMER REK> 0081887372
kami sangat mengahapkan bagi para DONATUR yang peduli akan nasib sesama kita' bagi yang telah rela memberikan sedikit rezekinya kami atas nama para korban mengucapkan beribu ribu terimakasih semoga AMAL kebaikan anda menjadikan anda bertambah REZEKInya amiiiin..